Tampilkan postingan dengan label Heuristic Evaluation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Heuristic Evaluation. Tampilkan semua postingan

08 Juni 2015

Heuristic Evaluation - www.lipi.go.id


Heuristic evaluation adalah salah satu metode evaluasi usabilitas dimana spesialis memastikan apakah suatu elemen dari user interface  sudah sesuai dan mengikuti prinsip usabilas yang ada. Metode ini juga sering disebut sebagai metode "discount usability engineering" . (Hom, 1998).

Heuristic Evaluation

Pada dasarnya heuristic evaluation adalah suatu kegiatan dimana para ahli meneliti suatu interface dan mengevaluasi tiap elemen dari interface yang berdasar pada daftar prinsip usabilitas atau guideline yang diterima secara heuristic. Berikut ini prinsip-prinsip dari heuristic evaluation:
  1. Visibility of system status
  2. Match between system and the real world
  3. User control and freedom
  4. Consistency and standards
  5. Error prevention
  6. Recognition rather than recall
  7. Flexibility and efficiency of use
  8. Aesthetic and minimalist design
  9. Help users recognize, diagnose, and recover from errors
  10. Help and documentation
Pertama kali dikemukakan oleh Jakob Nielsen dan Molich pada tahun 1990. Keunggulan metode secara umum :
  • Mudah dalam proses evaluasi
  • Proses evaluasi cepat
  • Biaya atau cost yang dikeluarkan murah

Heuristic evaluation populer di kalangan pengembangan Web karena memerlukan sedikit sumber daya dalam bentuk uang, waktu atau keahlian. Oleh karena itu pengembangan tidak perlu mengeluarkan cost yang tinggi untuk biaya pengujian software. Berikut merupakan karakteristik dari heuristic evaluation :
  • Skenario pengujian yang lebih kecil dari segi ukuran dengan menggunakan dengan menggunakan mock-up
  • Penilaian dilakukan secara informal sehingga tidak dibutuhkan psikolog
  • Tingkat keberhasilan dari pengujian tinggi, sehingga sedikit penguji yang dibutuhkan

Setelah tahu latar belakang dari heuristic evaluation sekarang kita bisa menerapkannya pada situs yang akan kita kaji. Berikut langkah yang harus dilakukan :
  • Memilih pendekatan utama
  • Memilih penguji atau evaluator
  • Melakukan tinjauan heuristik
  • Melakukan evaluasi
  • Menganalisa hasil
Nah, pada kesempatan ini saya akan menerapkan prinsip-prinsip heuristic evaluation untuk mengevaluasi web Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Prinsip HE tidak semuanya saya lakukan diantaranya :
Referensi :

Flexibility and efficiency - lipi.go.id

Flexibility and efficiency adalah prinsip HE yang menguji fleksibilitas dan efisiensi penggunaan terhadap sistem bagi user profesional atau user pemula.

Pada hal ini website lipi.go.id memiliki fitur pencarian yang bisa dilakukan. Terlihat pada website tersebut memiliki textbox, tombol cari dan kategori berdasarkan apa saja pencarian akan dilakukan.

Gambar 1 Tampilan Pencarian lipi.go.id

Masalah :
Pada fungsi pencarian yang ada di website lipi.go.id terdapat button batal juga, maksud dari tombol batal ini menurut saya kurang efisien karena kemungkinan seorang user yang ingin mencari jarang melakukan pembatalan pencarian. Walaupun pencarian itu sebelum di submit, user akan membatalkan pencarian biasanya langsung melakukan penghapusan kata kunci tersebut jarang untuk memilih tombol tersebut sehingga tombol batal ini kurang tepat.

Solusi :
Menurut saya tombol batal pada pencarian website lipi.go.id sebaiknya dihapus, jadi hanya tombol cari saya agar terlihat efisien dan tidak membingungkan user. Lebih baik lagi pencarian tersebut ditambahkan rekomendasi kata kunci yang memberikan pencarian lebih teliti dan terlihat yang akan dicari itu benar atau tidak.

Severity Rating / Peringkat keparahan : Merupakan penilaian berupa peringkat dari 0 - 4
     0 : Saya tidak setuju, tidak menjadi masalah
     1 : Tidak perlu diperbaiki, kecuali tersedia waktu tambahan untuk project
     2 : Permasalahan Minor, prioritas rendah (low priority)
     3 : Permasalahan Mayor, prioritas tinggi (high priority)
     4 : Penting untuk diperbaiki sebelum product di release
Severity rating / peringkat keparahan untuk beberapa permasalahan ini adalah : 4

07 Juni 2015

Aesthetic and Minimalist Design - lipi.go.id

Aesthetic and Minimalist Design adalah keindahan dalam konten yang ditampilkan pada website secara relevan dan tidak terlalu rumit, melakukan desan minimalis dengan tidak menghilangkan makna penting. Desain yang sederhana menjadikan nilai tambah dalam sebuah website. Seiring perkembangan teknologi, desain website yang baik itu bisa diakses oleh berbagai perangkat mengingat akses internet sudah bisa digunakan di berbagai perangkat seperti laptop, tablet, smartphone, dan lain-lain.

Sehingga jika WebApps yang bisa diakses pada perangkat apa saja dengan desain yang menyesuaikan sering kita sebut dengan desain responsive website. Maksud dari responsive website memang luas tetapi dari segi desain penataan konten yang ada pada website menyesuaikan layar dari perangkat yang dipakai.

Masalah :
Pada website lipi.go.id, desain memang tidak terlalu menarik karena full text dan menggunakan tampilan seperti tampilan website lama atau jadul. Bisa dilihat pada website lipi.go.id ini memang warna utama yaitu biru muda, tetapi ada yang paling tidak enak untuk dilihat keserasian antara warna biru muda dengan warna merah yang digunakan pada slogan website yaitu PASTI BISA. Dan juga pada tampilan pinggir kanan yaitu widget dan juga tampilan warna pada agenda, waktu realtime.

Gambar 1 Tampilan Warna yang tidak sesuai dengan tema

Satu hal lagi pada website lipi.go.id yaitu desain yang tidak responsive sehingga jika diakses oleh smartphone yang memiliki layar kecil, tampilan website ini terlihat kecil dan desain website tersebut tidak menyesuaikan pada ukuran layar suatu smartphone.

Solusi :
Penanganan terhadap website lipi.go.id ini harus segera dilakukan perbaikan seperti tampilan LIPI pasti dan warna yang menyesuaikan dengan warna utama yaitu dasarnya warna biru. Lalu pada desain lipi.go.id sebaiknya ada perubahan template desain sehingga lebih fresh lagi karena tampilan yang monoton dan kolot juga bisa mengakibatkan ketertarikan user terhadap website tersebut.

Severity Rating / Peringkat keparahan : Merupakan penilaian berupa peringkat dari 0 - 4
     0 : Saya tidak setuju, tidak menjadi masalah
     1 : Tidak perlu diperbaiki, kecuali tersedia waktu tambahan untuk project
     2 : Permasalahan Minor, prioritas rendah (low priority)
     3 : Permasalahan Mayor, prioritas tinggi (high priority)
     4 : Penting untuk diperbaiki sebelum product di release
Severity rating / peringkat keparahan untuk beberapa permasalahan ini adalah : 4

04 Juni 2015

Consistency And Standards - lipi.go.id

Consistency and Standards adalah prinsip heuristic evaluation yang berkaitan dengan menjaga pengguna agar tidak menebak-nebak sendiri apa yang akan diproses oleh sistem. seluruh kata-kata, menu, bahasa dan lain-lain pada sistem haruslah dapat dimengerti oleh pengguna dengan standar tertentu.

Masalah :
Konsistensi suatu web terhadap seluruh kata-kata, menu dan lainnya memang harus diperhatikan agar user tidak terjebak pada suatu kebingungan yang berkepanjangan. Website lipi.go.id memang memiliki menu yang banyak, sehingga navigasi menu pun terlihat rapih tetapi tidak konsiten terhadap huruf kapital atau tidak.

Gambar 1. Tampilan Menu yang tidak konsisten

Lihat pada gambar 1. menu beranda lipi menggunakan kapital semuanya tetapi menu utama yang sejajar dengan menu beranda tersebut tidak menggunakan kapital ini menandakan ketidakkonsistenan menu terhadap huruf yang kapital atau tidak.

Gambar 2 Tampilan Samping Berita Pers dan Pengumuman
 Begitu juga pada bagian samping kanan yang memberikan informasi Siaran Pers dan Pengumuman, Judul dari artikelnya menggunakan huruf kapital tetapi pada kenyataanya judul yang ada pada artikel tersebut tidak kapital sehingga tidak konsisten terhadap huruf.

Solusi:
Menurut saya jika menu utama yang ditampilkan di website lipi.go.id tersebut tersusun dengan baik dan menggunakan kata yang konsisten seperti Beranda LIPI diubah tidak kapital semua menjadi Beranda saja. karena website ini sudah menunjukkan nama LIPI di header jadi dalam menu tidak perlu dicantumkan lagi nama LIPI tersebut.

Dan huruf kapital pada samping kanan yang memberikan informasi Sisaran Pers dan Pengumuman, sebaiknya diubah menjadi huruf kecil saja tidak perlu menggunakan huruf kapital, sehingga terlihat seragam dengan menu, artikel dan judul artikel.

Severity Rating / Peringkat keparahan : Merupakan penilaian berupa peringkat dari 0 - 4
     0 : Saya tidak setuju, tidak menjadi masalah
     1 : Tidak perlu diperbaiki, kecuali tersedia waktu tambahan untuk project
     2 : Permasalahan Minor, prioritas rendah (low priority)
     3 : Permasalahan Mayor, prioritas tinggi (high priority)
     4 : Penting untuk diperbaiki sebelum product di release
Severity rating / peringkat keparahan untuk beberapa permasalahan ini adalah :2

Match Between System and The Real World - lipi.go.id

Match Between System and The Real World adalah prinsip HE yang mengidetifikasi desain atau user interface dari suatu sistem dalam penekanan terhadap kesesuaian penggunaan bahasa, penggunaan kata, kalimat dan konsep yang biasa digunakan oleh pengguna atau user.

Gambar 1. Tampilan Website lipi.go.id
Masalah :


Gambar 2. Tampilan Pengalih Bahasa
Pengalihan bahasa pada website lipi.go.id menurut saya belum bisa berfungsi dengan baik karena pada pemilihan alih bahasa yang berada di sudut kanan atas terdapat bendera Indonesia dan Inggris, tetapi setelah kita pilih bendera Inggris pengalihan bahasa memang terjadi tetapi setelah dilihat lebih detail ternyata untuk postingan berita masih tetap dalam bahasa Indonesia sehingga bagi pengguna yang tidak bisa bahasa Indonesia akan kesulitan dalam memahami isi dari berita yang ditampilkan tersebut.

Gambar 3. Tampilan Slogan LIPI Pasti

Masalah pun tata bahasa pun terbilang aneh dan kurang baik yaitu slogan yang berada di sebelahnya bendera pengalih bahasa. Pada tampilan kanan pokok atas tersebut tertulis "LIPI PASTI". Apakah maksud dari kata tersebut? apakah menandakan slogan dari suatu institusi LIPI? Jika memang slogan tersebut benar, maka pemilihan kata pasti ini masih belum memberikan informasi yang baik kepada pengguna.

Solusi :
Pengalihan bahasa pada website memang perlu dilakukan secara teliti dan bijaksana. Mengingat website bisa diakses oleh siapa saja di seluruh dunia sehingga pengalihan bahasa ini sangat penting agar semua orang yang berkunjung ke dalam website kita mengerti isi dari website yang ditampilkan. Website ini telah memberikan pilihan bahasa seperti bendera yang tertera di pojok kanan atas dan penambahan tombol yang mengalihkan penerjemahan ke translate google. Menurut saya perbaiki kembali pengalihan bahasa tersebut yang ada pada bendera yang sudah disediakan tersebut. Atau jika memang perlu penambahan berita berikan posting dalam 2 bahasa yang di tulis sendiri bukan oleh sistem. Solusi kedua yaitu menggunakan translate google yang telah disediakan walaupun menurut saya itu tidak dianjurkan, karena translate google kadang tidak bisa memberikan penerjemahan yang baik.

Masalah yang kedua yaitu slogan yang berada di website ini, memang terlihat singkat tetapi menurut saya terlalu membingungkan, sebaiknya ada kata-kata tambahan yang bisa memberikan ciri bahwa slogan dalam institusi lembaga pengetahuan ini. Pemilihan kata memang harus disesuaikan dengan ciri khas dari suatu website.

Severity Rating / Peringkat keparahan : Merupakan penilaian berupa peringkat dari 0 - 4
     0 : Saya tidak setuju, tidak menjadi masalah
     1 : Tidak perlu diperbaiki, kecuali tersedia waktu tambahan untuk project
     2 : Permasalahan Minor, prioritas rendah (low priority)
     3 : Permasalahan Mayor, prioritas tinggi (high priority)
     4 : Penting untuk diperbaiki sebelum product di release
 
Severity rating / peringkat keparahan untuk beberapa permasalahan ini adalah : 4

03 Juni 2015

Visibility of System Status - lipi.go.id

Visibility of System Status adalah prinsip yang menganalisa sebuah desain antarmuka harus memberikan informasi kepada pengguna mengenai kejelasan keberadaan pengguna (sedang berada dimana) dan pengguna dapat melihat fungsi apa saja yang terdapat dalam sistem serta dapat digunakan sebagai respon dari setiap perintah yang dilakukan pengguna (feedback).

Halaman Utama
Gambar 1. Halaman Utama lipi.go.id

Pada tahapan ini saya menelusuri halaman beranda terlebih dahulu karena dari suatu web yang paling utama dan pertama kali ditampilkan yaitu halaman utama dan identitas dari web tersebut. Pada halaman web lipi.go.id telah menunjukkan bahwa situs tersebut adalah situs Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Hal ini terlihat dari judul dan logo yang tertera pada kiri pojok atas dari website tersebut.

Kesan pertama saya melihat website lipi.go.id terlihat gemuk informasi yang diberikan seperti berita-berita terkait penelitian, link website yang terkait penelitian di berbagai bidang. Dari segi desain website lipi.go.id memang sederhana dan jadul. Jadul disini terlihat desain yang dibuat memang sudah style lama. Desain yang kurang menarik dan tidak responsive. Dalam hal ini jika diakses pada smartphone atau tablet, ukuran dari website tersebut tidak menyesuaikan dengan layar smartphone atau tablet tersebut.

Navigasi

Gambar 2. Menu Utama lipi.go.id
Menu merupakan navigasi utama dalam suatu website, terlihat pada website lipi.go.id ini menu yang ditampilkan sangat banyak. Dalam evaluasi ini saya membagi menu tersebut dibagi menjadi 2, menu Utama yaitu Beranda LIPI, Wakil Kepala, dan lain-lain. Menu Link Terkait yaitu Akreditasi Jurnal, Fungsi Peneliti, dan lain-lain.


Gambar 3. Menu Utama lipi.go.id
Masalah : 

Menu Utama biasanya memberikan informasi link yang mengalihkan halaman yang mengandung informasi yang paling utama dari dari suatu website. Dan menurut saya penyusunan menu Utama pun kurang baik, karena menu merupakan representasi dari isi halaman yang nantinya merujuk ke suatu informasi yang bisa disajikan.

Gambar 4. Menu Link Terkait lipi.go.id
Menu Link Terkait pada website lipi.go.id ini memberikan link yang nantinya mengarah ke website lain yang memiliki fungsi tertentu seperti Menu Indikator mengalihkan ke link http://indikator.lipi.go.id/. Menurut saya link terkait ini tidak terlalu tertata dengan baik karena penyusunannya pun tidak berdasarkan abjad dan menu ini kecil sekali sehingga kadang user meng-klik yang disebelahnya.

Gambar 5. Halaman Mengenal LIPI lipi.go.id

Masalah juga terjadi pada saat kita melakukan klik ke halaman yang ada di menu utama, seperti menu profil maka disana tidak ada yang menandai bahwa user sudah pada halaman mana, dan user lagi ada dimana. dan penataan artikelnya pun tidak merata seperti judul terlalu atas dan paragraf yang ada di sebelah rata kiri itu terlalu dekat dengan garis konten website.

Solusi :
Menu utama seharusnya disusun ulang sehingga sesuai dengan abjad seperti pada menu utama Ilmu Pengetahuan Kebumian, sub menu dropdown yang ada di menu tersebut disusun berdasarkan abjad, karena user biasanya mencari menu yang panjang seperti ini akan melihat paling utama urutan berdasarkan abjad.

Menu Link terkait juga seharusnya disusun berdasarkan abjad agar user mudah untuk mencari informasinya dan coba diperbesar menu untuk link terkait karena menurut saya itu terlalu kecil dan saling bersinggungan dengan menu yg lain sehingga user kadang mengklik yg berbeda menu.

Ada penanda yang memberikan informasi navigasi dan letak posisi suatu halaman biasanya kita sebut dengan Breadcrumbs, sehingga user tahu posisi sedang pada menu dan halaman yang sedang ditampilkan. Atau ada penambahan menu biasanya jika suatu website sudah memiliki banyak menu yang kompleks terdapat banyak sub menu, maka navigasi yang paling sering ditampilkan yaitu sitemap, sitemap adalah salah satu alat bantu untuk user yang mempermudah dalam pengenalan peta situs di dalam website.

Pencarian

Gambar 6. Pencarian pada lipi.go.id
Pencarian dalam suatu website memang sudah lumrah dan biasa diterapkan agar user yang ingin mencari sesuatu tidak perlu mengekplorasi secara keseluruhan jadi cukup dengan mengetikkan keyword yang ingin dicari dan akan menghasilkan keluaran yang sesuai dengan harapan user.

Masalah :
Pada fungsi pencarian website lipi.go.id memang fungsi tersebut berjalan dengan baik, tetapi keyword yang dimasukkan itu tidak ditampilkan pada hasil pencarian, yang ditampilkan pada hasil pencarian tersebut hanya judul dan link yang menuju pada konten yang terdapat keyword tersebut.

Solusi :
Maka pada fungsi pencarian tersebut harus diperlihatkan hasil keyword pencarian yang berada pada konten-konten halaman yang mengandung keyword tersebut. Seperti halnya pencarian google, user lebih mengetahui judul dan setelah itu ringkasan konten yang mengandung keyword yang dicari.

Severity Rating / Peringkat keparahan : merupakan penilaian berupa peringkat dari 0 - 4 :
0 : Saya tidak setuju, tidak menjadi masalah
1 : Tidak perlu diperbaiki, kecuali tersedia waktu tambahan untuk project
2 : Permasalahan Minor, prioritas rendah (low priority)
3 : Permasalahan Mayor, prioritas tinggi (high priority)
4 : Penting untuk diperbaiki sebelum produk di release

Severity rating / peringkat keparahan untuk beberapa permasalahan ini adalah : 3